Memaknai "Teknologi" Dalam Kehidupan
Insinyur dan Teknologi
Oleh : Rijuna Masykhur
Pendahuluan
Awalnya penulis terinspirasi dari pembelajaran
dengan beberapa dosen di perkuliahan yang mengatakan bahwa kita sedang belajar
tentang menggunakan teknologi dan membuat teknologi untuk pemecahan permasalah
dilapangan, maka jangan lupakan itu katanya. hal ini sontak membuat saya ter-Atensi dengan kalimat “Belajar menggunakan Teknologi dan membuat
Teknologi” hal pertama yang ada di benak saya tentang teknologi adalah
seorang yang bekerja dengan mengguanakan berbagai alat teknologi untuk
menyelesaiakan tugas dan permasalahannya, Akhirnya hal ini mengingatkan kembali
kepada penulis akan makna
teknologi sekaligus penulis ingin mengingatkan kembali kepada para
pembaca mengenai Peran
penting Teknologi dalam kehidupan, penulis mencoba berusaha memikirkan
secara filosofis dan mencari data mengenai Teknologi ini lalu siapa
yang bisa menggunakan teknologi, bagaimana memposisikan diri kita sebagai anggota organisasi pembangunan
masyarakat terhadap teknologi dalam kesehariannya dan apa dampak jika kita tidak menggunakan teknologi dalam masing-masing peran kita didalam organisasi ,
hal ini berusaha penulis sampaikan.
Berbicara mengenai
Teknologi memang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan keseharian kita,
mungkin yang tergambarkan dipikiran kita saat mengatakan teknologi yang mucul adalah gambaran
sebuah alat atau mesin yang bisa digunakan untuk keperluan kita, memang di era modrenisasi saat ini kehidupan sudah
dipenuhi dan dilengkapi dengan serba teknologi, semuanya dominan alat teknologi canggih,mesin dlb contohnya saja yang paling sering
kita gunakan adalah Handephone sebuah alat yang tersusun atas berbagai
komponen mesin didalamnya
yang dalam keseharian kita
gunakan sebagai media komunikasi sesama, namun apakah yang berhubungan
dengan mesin dan kecanggihan demikian adalah teknologi ? untuk itulah penulis
mencoba menguraikan secara singkat bahwa
hakikatnya Teknologi, menurut
KBBI adalah : “Metode
ilmiah untuk mencapai tujuan praktis”.
Jika dimaknai
metode atau cara untuk mencapai tujuan berarti tidak serta merta yang terbuat
dari mesin ataupun alat canggih lainnya yang terbuat dari mesin adalah teknologi seperti yang kini banyak kita saksikan, padahal jika
berbicara metode atau cara untuk mencapai
tujuan berarti apa saja atau hal apapun yang itu bisa membuat kita lebih
mudah dalam mencapai tujuan kita, contohnya saja Pulpen, pulpen bisa disebutkan sebagai teknologi
canggih yakni hasil pikiran penemu dahulu yang masih
mengguanakan bulu angsa hingga kini menjadi sebuah pulpen, bahkan kertas dan
tinta yang tertulis diatas kertas buletin yang saudara baca ini juga adalah
sebuah teknologi canggih dibandingkan sebelum adanya pulpen dan kertas sebagus
ini yang ujung-ujungnya digunakan untuk memudahkan kita untuk mencapai tujuan
salah satunya adalah penyampaian pesan yang penulis buat dan hal-hal kecil
lainnya yang ada disekitar kita tentunya. Dengan demikian teknologi tidak selayaknya dicerminkan hanya berupa benda mati yang kita gunakan dalam kesehariannya, menurut
penulis teknologi adalah dimaknai sebuah sifat yang intinya memudahkan kita manusia dalam kehidupan untuk mencapai tujuan, jika demikian dikatakan sifat maka hal ini termasuk
juga ilmu pengetahuan, karena Ilmu pengetahuan adalah alat yang bisa memudahkan kita dalam
mencapai tujuan dan dia bukan alat yang berbentuk kebendaan.
Dalam realitasnya penulis masih ada menemui dan
mencoba merasakan dikeseharian kita dalam mendalami sebuah ilmu pengetahuan
masih banyak yang sifatnya menerima dan menikmati saja teknologi yang diberikan
tanpa benar-benar meresapi mendalam terlebih lagi bagi yang masih mengenyam
dunia studi setiap hari, mungkin sebagian
dari kita siklusnya hanya mencoba menerima ilmu terus-menerus apa yang diberikan kita terima saja, kita konsumsi saja tanpa meresapi kebermaknaan dari
ilmu atau teknologi tersebut,bahkan mengkreasikan ilmu tersebut dengan monoton, entah itu karena sudah ahli sehingga tidak
perlu lagi begitu meresapinya,sudah terbiasa atau tidak semangat dalam menggali dan
mengoptimalkan teknologi atau ilmunya dalam memecahkan permasalahannya, memang tak dipungkiri dalam pembelajaran dan
penerapan memahami ilmu atau teknologi yang kita jalani tidaklah sama seperti
seseorang
yang benar-benar dihadapi dengan pembelajaran Teknologi yang sifatnya benda misalnya memahami alat mesin, yang sifatnya terkadang lebih
teknis dan lebih tampak jelas dan menyenangkan dalam mempelajarinya yang akhirnya
bisa menciptakan temuan-temuan baru dan lebih giat lagi dalam menciptakan karya
dan menggunakannya bukan malah sebaliknya yang hanya menerima dan menikmati
atau bahkan hanya menjadi bagian dari rutinitasnya saja, jika menjadi rutinitas
saja maka lama-kelamaan tidak akan berkembang teknologi kita, atau bahkan
mengalami kejenuhan, ibarat Nokia yang stagnan dan tidak ada pengupgradean atau
pengkreasian dan ketekukan maka akan kalah dengan HP dengan merek-merek yang lain yang kini lebih
canggih.Hal inilah
yang akhirnya disoroti penulis yang jika tidak direnungi akan mengakibatkan dampak pada Semangat dalam berkarya dan
mempelajari teknologinya kita masing-masing dan tidak adanya pengUpgradean
dalam pembaharuan teknologi kita yang akhirnya membuat kita semakin tertinggal.
Pada akhirnya penulis mencoba menggambarkan “Bagaimana
memposisikan diri kita didalam organisasi pembangunan masyarakat terhadap teknologi” melalui pendekatan sosok sejarah- versi penulis”
Akhirnya disini
penulis berkaca pada seorang ahli yang kerjaannya adalah berhubungan dengan
teknologi,siapa yang tak kenal, dia adalah BJ.Habibie, seorang tokoh yang sudah
tak asing lagi bagi kita yang karyanya
mendunia dan yang mengajarkan kita untuk menjadi mata air pegunungan dan beliau
adalah Bapak Teknologi indonesia dengan segudang prestasi di
bidang teknologi dan tentunya beliau juga Seorang Insyinyur terbukti dari karya dan dengan
berbagai gelarnya yang di terimanya seorang DR.ing (sebuah gelar
Doktor-enginner), dengan Gelar Lengkapnya yakni : Prof.DR(HC).Ing.Dr.Sc.Mult.
BJ Habibie.
Menurut Wikipedia tentang insinyur adalah orang yang berprofesi dalam bidang
keteknikan,dengan menggunakan
berbagai pengetahuan. Bedanya dengan teknik adalah insyinyur ini
menggunakan pengetahuan yang kompleks seperti matematika,fisika ,geografi, teknologi dan lain
sebagainya dalam merekayasakan teknologi menjadi sebuah teknologi yang
baru dan bisa dimanfaatkan dalam kehidupan. Disitulah peran pentingnya Insinyur
dibandingkan dengan Teknisi biasa yang hanya mempelajari teknologi dan memanfaatkannya saja.
Dari profesi
dan keahlian ini penulis ingin mengambil satu sudut pandang mengenai bagaimana
seorang BJ.Habibie bisa sukses dan
dikatakan sebagaiTeknologi
Indonesia bahkan Dunia yang telah diakui
oleh Negara-negara lainnya seperti Jerman,Kanada, dan masih banyak
lainnya dan beliau
adalah orang asia satu-satunya yang berhasil mendapatkan penghargaan paling
bergengsi di Dunia dalam bidang Penerbangan yang memberikan kontribusi pada
penerbangan sipil yakni penghargaan Edward Warner Award, BJ.Habibi lah
orang asia pertama dari 39 nama yang ada di ajang penghargaan itu dari seluruh
dunia dan beliau adalah Ilmuan Indonesia. Yang
menemukan teori keretakan pada konstruksi pesawat terbang yang disebut
dengan Teori Of Habibie (Mr.Crack), beliau mampu menghitung keretakan pesawat
yang terjadi pada sayap pesawat yang terlihat begitu tipis dan tak terlihat ada
keretakan tapi mampu mengangkat beban yang berat pada tubuh pesawat.
Perhitungan yang dilakukan beliau sangat detail, bahkan perhitungannya sampai
bisa menemukan letak titik awal mulanya
retakan itu berada hingga ketingkat atom-atomnya yang dikenal crack propagation point, padahal atom
adalah bagian terkecil pada suatu unsur (selengkapnya
di Biografi BJ.Habibie), penulis
yakin tak ada karya yang gemilang tanpa kerja keras meski penuh
dengan kesukaran, beliau
bekerja tidak hanya sebagai sorang yang mendalami mesin (lokomatif,pesawat
terbang dll) tetapi beliau bekerja dengan hati,kesungguhan , menikmati
proses suka dukanya dan tentunya dengan
kesadaran yang tinggi akan pentinggnya sebuah teknologi jika digunakan
dengan kesungguhan dan kerja keras, kesadaran tinggilah yang penulis ingin
tekankan karena tanpa kesadaran tinggi kita tidak akan bisa mendapatkan ruh
semangat dalam berkarya dan belajar dan tidak akan menemukan yang namanya Kreatifitas dan visi
yang luas dalam mengembangkan teknologi
yang sudah ada menjadi lebih bermanfaat.
Teknologi apa
yang penulis maksud yang digunakan oleh pak BJ.Habibie ? ya teknologi Ilmu pengetahuan. seperti yang penulis
angkat pemaknaan teknologi diatas, Beliau menggunakan teknologi dalam menemukan
jalan karya gemilangnya dalam menemukan permasalahan pesawat terbang kala itu,
padahal pada masa itu para peneliti tidak mampu menjangkaunya karena keterbatasan
alat pada masa itu,tapi ia menggunakan
alat teknologi yang lain yakni Ilmu
pengetahuan itu sendiri.
Betapa luar biasa karya penemuannya
yang kini sangat mendunia dan berperan penting dalam dunia keselamatan dan memegang banyak Hak paten sampai kini
karyanya digunakan oleh perusahaan Air bus bahkan perusahaan Roket lainnya hingga saat ini saudara-saudara.
penulis sering sekali menghayati ketika masa pulangpun tiba menggunakan transportasi udara sambil melihat
bagian sayap pesawat yang bergetar-getar tanpa rasa takut betapa luar biasanya manfaatnya ilmu
pengetahuan itu jika kita senantiasa menggunakannya menjadi lebih bermanfaat
dan tidak malas dan tidak disalah gunakan.
Lantas bagaiman memposisikan
diri kita sebagai manusia yang
ditugaskan untuk membangun masyarakat
yang baik dan bisa terus
menghasilkan karya-karya yang gemilang ?
Menurut versi penulis pertama buatlah
diri kita memiliki kesadaran yang
tinggi tentang kemanfaatan teknologi ini, kita sadar juga dalam menggunakan
teknologi ini dan untuk apa kita belajar dan menggunakannya dengan demikian
yang pertama akan membangkitkan semangat dalam diri dulu lalu agar tidak
ternhanyut dalam kejenuhan dan rutinitas seperti halnya membawa barang
kemana-mana tapi tidak sadar tidak diigunakan, kedua lalu berfikirlah senyaman mungkin bahwa kita ini bagaikan
seorang insinyur dalam kesehariannya yang bekerja dengan optimal dan mampu
berkreasi dengan berbagai ilmu pengetahuan atau teknologi yang kita miliki dan bisa menciptan karya yang solutif bagi umat
manusia, maka insyaAllah pasti bisa.
Terakhir dari
penulis ingin menyampaiakan pesan melalui QS Al-Luqman
: 27
Bahwa nikmaat
Allah itu sangat luas bahkan seperti yang digambarkan dalam QS Al-Luqman : 27, menunjukkan bahwa Allah
memberikan banyak rahmat dan nikmatnya yang tidak terbatas termasuk ilmu
pengetahuan (Teknologi) salah satu nikmatnya, tinggal kita memikirkannya dan
berkreasi lebih lagi dengan akal kita seperti hal banyak surah yang menyuruh
untuk berfikir (afala ta’qilun).
Lebih
dan kurangnya dari penulis mohon maaf semoga bermanfaat dan terinspirasi.
Soerabaya,Selasa,31 Januari 2017, 22:43
Soerabaya,Selasa,31 Januari 2017, 22:43
Edisi: 01/R01/RM/2017
Komentar
Posting Komentar