Pembelajaran Hari ini Untuk Sahabatku



Belajar dari angka 20 dimulai dari hari ini.
(Konteks : 04 April 2017)
Oleh : Rijuna Masykhur
Maltron Edisi : 24

Pengantar
            Tulisan ini tercipta semata-mata hanya berdasarkan ijhtihad penulis ketika merenungi evaluasi hari demi hari selama sepekan yang lalu dan dari hasil melihat susunan tanggal yang berbaris rapih di kalender penulis dini hari tadi (04/04).
Awal mulanya penulis hanya berpikir biasa saja bahwa hari ini bertepatan dengan tanggal yang cukup unik atau apik yakni berbarengan dengan angka 4 (04-04-2017), tak lantas berhenti sampai disitu penulis mengamati keindahan deretan angka  selainnya yang ada pada kalender penulis dan akhirnya penulis juga melirik angka yang selainnya yakni angka 24. Tepat pada tanggal 24 April 2017  adalah moment dimana penuh arti bagi kita (Mahasiswa) sebagai untuk membuktikan diri seberapa kuat  kita berlari mencurahkan segala sumber daya untuk mencapai impian yang hakiki dan sebagai gerbang akhir kita menncapai garis finish di semester ini. Moment itu adalah UAS (Ujian Akhir Semester).
            Sisa waktu yang kita miliki adalah hanya tinggal 20 hari lagi sejak hari ini(04/04) menjelang UAS, pada kesempatan ini yang menjadi sorotan utama penulis yang akan  penulis bahas adalah banyak menyinggung  mengenai angka 20 (hari) dan penulis ingin mengajak pembaca untuk sedikit masuk kealam evaluatif diri, untuk mencari hal-hal apa saja yang bisa menginspirasi untuk pantas kita renungkan dan apa saja yang pantas kita petik dari 20 hari ini, untuk hari ini, esok, lusa dan seterusnya.
1.      Hari ini tepat 20 hari lagi menjelang UAS bagi kita, moment yang sangat menentukan hasil ending/garis finish dari kerja kerasmu selama menempuh pendidikan 1 semester ini, untuk itu engkah harus mempersiapkannya agar engkat tidak kecewa.
2.      20 adalah angka yang familiar dengan kehidupan teman-teman, kita sadari umur yang telah Allah berikan  kepada kita hingga kita bisa hidup mencapai umur hingga 20-an tahun lamanya dibumi ini, bukannya mudah untuk dilalu, peluh-kesah, jatuh-bangun, suka-duka, tekanan kehidupanpun kita lalui baik itu yang dilalu bersama keluarga kecil kita yang bahagia maupun yang hidup secara mandiri.Tak mudah bagaikan membalikan telapak tangan untuk bisa tetap hidup melalui arus kehidupan ini jika tanpa adanya tujuan hidup dan kerja keras hingga kita bisa berdiri sampai hari ini di angka 20.
Hanya orang-orang yang survive-lah yang bisa bertahan hidup hingga sampai saat ini, namun sebaliknya,  hanya orang yang lalai dan tidak mau untuk berjuang-lah yang tidak akan mampu mengarungi kehidupan ini hingga sampai ke dermaga kehidupan (surga).
3.      20 tahun bukan  waktu yang lama sobat, jika rata-rata kehidupan manusia hanya mencapai 60 tahunan, maka 20/60 =33% , itu berarti kita masih menjalanai rata-rata kehidupan baru 33%, kalau dalam perumpamaan hari, hidup kita ini bagaikan perumpamaan  siklus pagi menuju senja, yang dimaknakan pagi adalah waktu dimana kita baru bangkit/lahir di dunia  ini dan senja adalah waktu kita kembali kepada sang khaliq, jika pagi dimulai pada puku 06.00 dan diakhiri senja pukul 18.00 yang berarti ada 12 jam dalam siklus ini, maka jika di analogikan dengan hidup kita yang loading 33% di dunia ini maka 33% X 12 = 3,96  atau 4 jam maka hidup kita saat ini bisa dikatakan sudah berada pada jam 10 yang berarti menjelang siang dan waktu senja.
Hidup ini tinggal menghitung waktu saja hingga mencapai senja-nya.
4.      Begitupun hari ini, waktu yang Allah berikan kepada kita hanya tinggal menghitung hari, jam, menit dan detik untuk bisa kita berada di hari ke  20 itu,  Engkau bisa membayangkan pada 20 hari kedepan itu adalah histori alam  perjalanan hidupmu 20 tahun silam, yang berarti pada tiap 1 hari (ini),esok ,lusa dan seterusnya hingga 20 hari kedepan  adalah bermakna 1 tahun dalam perjalanan hidupmu untuk bisa berada disini, dijalan ini. Jika ada kegagalanmu pada  tahun-tahun  lalu dalam hidupmu yang belum bisa engkau perbaiki, mungkin dimulai hari ini-lah,esok dan seterusnya engkau  bisa membalasnya dengan suatu perbuatan kecil  dengan cara “mengisi sisa waktumu (di semester ini) untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras untuk mencapai hasil yang maksimal.
5.      Mungkin jika disamakan dengan kegagalan-kegagalan dan kesalahan yang pernah kita miliki pada bertahun-tahun silam lamanya, rasanya belum tentu dengan belajar di hari ini bisa mengobati segala kesalahan dan kegagalan yang kita miliki pada masa lampau, tetapi ingatlah sabat, bahwa  Belajar, berilmu dan bekerja keras adalah basic dasar bagi manusia untuk bisa tetap hidup di dunia ini dan memperbaiki segala kehidupan-kehidupan yang lampau.
6.      Dengannya engkau bisa berjaya kelak dimasa depan, dengannya engkau bukan hanya bisa menghapus segala masalah dan kesalahanmu dimasa lampau  tetapi dengannya engkau bahkan bisa mengukir masa depan tanpa engkau hidup dimasa depan, bahkan engkau bisa melintasi ruang dan waktu yang amat teramat jauh ketika engkau telah tiada dimuka bumi ini,  yakni masa yang sangat depan  dan lebih visioner dari hari ini (surgawi) dari hasil belajarmu dan amal jariyahmu, “seperti halnya mereka para ilmuwan-ilmuwan dan tokoh-tokoh besar lainnya, yang karyanya masih bisa hidup hingga berabad-abad lamanya kini. Ibnu Sina dengan ilmu kedokterannya, Thomas Alfa edison dengan lampunya yang menerangi dunia, Abbas Ibn Firnas sebagai perintis awal teknologi pesawat terbang, bahkan yang saat ini termasuk BJ.Habibie juga bisa dikatakan sebagai ilmuwan muslim dan  termasuk Rasullullah Saw adalah contoh tauladan yang baik, yang telah mengabdikan hidupnya selama lebih dari 2 dekade  hidupnya  untuk berdakwah, menyebarkan islam sebagai rahmatan lil alamin dan mengabdi kepada Allah dan menegakkan keseimbangan dimuka bumi ini hingga rahmatnya  terasa hingga kini.
Sebagai penutup tulisan ini dari penulis mengenai “20” tema kita hari ini, penulis ingin menyuguhkan sedikit hikmah secara umum melalui Al-Quran. Jika kita melihat angka 20 pada surah yang ada di dalam Al-Quran maka kita akan menemukan yang namanya Surha Thaahaa.
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, surat ini dinamai  Surat Thaahaa, diambil dari ayat pertama  surat ini (bisa teman-temanlihat di ayat 1), sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, dimana huruf tersebut seakan merupakan pemberitahuan  Allah kepada orang-orang yang membacanya , bahwa sesudah huruf  itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting untuk diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat –ayat yang terdapat sesudah huruf  Thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al-Quran  merupakan peringatan  bagi manusia,wahyu dari Allah, pencipta Alam semesta.
Kemudian Allah menerangkan  beberapa kisah didalamnya sebagai berikut :
1)      Didalamnya Allah menerangkan  kisah beberapa nabi.
2)      Surat ini mengandung tentang hukum-hukum Allah (Sembahyang) dll. 
3)      Perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW supaya ia meminta tambahan ilmu kepada Alah sekalipun ia suduah menjadi rasul.
4)      Mengenai jangan terpengaruh dengan kesenangan kehidupan dunia.
5)      dan lain sebagainya.
Dari makna surah Thaahaa ini kita juga bisa memetik berbagai hikmah, dan salah satunya juga adalah bahwa Nabi Muhammad Saw saja juga meminta tambahan ilmu sekalipun ia sudah menjadi rasul (QS: Thaahaa : 114) “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. Perintah ini jelas dan tegas bahwa Rasul juga diperintahkan untuk menambah ilmu yang artinya adalah untuk tetap Belajar dan berusaha dengan sungguh-sungguh dan kerja keras,  seperti pepatah mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai keliang lahat”.
Dengan demikian  Hikmahnya dari penulis adalah :
Manfaatkan waktumu sebaik mungkin disisa hari ini,esok dan lusa, untuk terus belajar dengan  sungguh-sungguh, manfaatkan waktu 20 harimu dengan penuh manfaat menjelang UAS, jangan sampai engkau menyesal dikemudian hari, buatlah pada setiap 1 harimu adalah waktu yang sangat berharga untuk kamu menebus semua kegagalan-kegagalanmu diwaktu lalu dengan cara belajar dengan  sungguh-sungguh, karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, QS: Ash-Sharh  5-6 : “Fa inna ma’al-usri’ yusra – inna ma’al –‘usri yusra.” 

Lebih dan kurang, Penulis Mohon maaf.
Salam pembelajar..
😊Selamat bersiap Road to UAS sahabat .. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai "Teknologi" Dalam Kehidupan